Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Postmodernism, Galian kubur NDP HMI?

Postmodernism, Galian kubur NDP HMI? Oleh: Muhammad Mualimin Kegilaan dunia pascamodern tidak hanya muncul dalam bentuk buramnya tatanan moralitas, normalnya ketidaknormalan, atau paradoks-paradoks yang merajalela. Jangankan kemapanan sosial, kecongkakan standar objektif dan definisi kebenaran pun rontok dihantam gugatan-gugatan kritis yang hingga hari ini tidak terjawab tuntas. Penulis sempat menghantam ketenangan internal HMI melalui tulisan berjudul Detik-Detik Menjelang Kematian HMI, terbit di media kritis qureta.com pada akhir November 2017. Penulis meyakini, seluruh kader HMI yang lahir pada gelombang postmodernisme menggejala di Indonesia, pernah gelisah oleh fakta-fakta tak terbantahkan di bawah ini. Sejak opini penulis yang cukup menggemparkan, ada tiga tulisan dibuat oleh penanggap. Ketiganya adalah kader HMI. Setelah penulis baca, konten yang disampaikan tidak ada secara pas dan argumentatif memberikan penawaran gagasan alternatif. Ketiga tulisan lebih tep...

Imam-makmum Bukan relasi tiranistik, tetapi komplementer

Islam sama sekali tak mengenal apa itu feminisme, kesetaraan gender,  egilitiarisme. Islam pada khittahnya, sepenuhnya memuliakan kaum hawa, islamlah yang menyelamatkan kaum hawa di masa arab jahiliyah dulu dari kesewenangan dan penyiaan. Sebagai bukti, nasihat dari ali bin abu thalib," tidaklah memuliakan wanita kecuali lelaki mulia,  dan tidaklah menghinakan wanita kecuali lelaki hina". Relasi wanita-lelaki secara hakikat bukanlah relasi yang berhadapan,  head to head, tetapi berjamaah untuk saling melengkapi. Pada level-level tertentu, pemimpin (lelaki)  sudah pasti harus mendengarkan pendapat yang dipimpinya. Tetapi, pemimpin hanya boleh ada satu. Tidak mungkin dalam satu rumah ada dua singa, dua Raja, pasti bubrah. Nah, fungsi satu iman ini ialah untuk  mengambil keputusan Akhir. Apapun itu!  Dalam proses pengambilan keputusan itu,  pemimpin yang baik pastilah akan menyerap aspirasi orang-orang di sekitarnya. Inilah yang dirusak isu feminisme ...