ANALISIS WACANA TEUN A. VAN DIJK DALAM BERITA “CERAIKAN RIDWAN KAMIL, GOLKAR DIANGGAP AMBIL LANGKAH TEPAT” PADA SURAT KABAR HARIAN KOMPAS
ANALISIS WACANA TEUN A. VAN DIJK DALAM BERITA “CERAIKAN RIDWAN KAMIL, GOLKAR DIANGGAP AMBIL LANGKAH TEPAT” PADA SURAT KABAR HARIAN KOMPAS
ENDANG FRANSISKA
Sastra Cina/
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara
Jl. Universitas
No. 19 Kampus Usu Medan-Sumut 20155
ABSTRAK
Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis wacana kritis berita harian kompas yang berjudul “
ceraikan Ridwan Kamil, GOLKAR dianggap ambil langkah tepat” terbit pada 19/12/2017, 12:18 WIB. Penelitian ini menggunakan teori
analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk dengan menggunakan beberapa elemaen
dasar penelitian yaitu secara terinci ada tiga poin
yang dibahas adalah (1) analisis struktur makro, (2) analisis super struktur,
dan (3) analisis struktur mikro. Penilitian
ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data
penelitian ini adalah data tertulis yang terdapat pada koran harian kompas
dengan judul berita “ ceraikan Ridwan Kamil, GOLKAR dianggap ambil langkah
tepat”. Hasil penelitian ini adalah Golkar Dianggap Ambil
Langkah Tepat” menginterprestasikan isi berita tentang suatu kewajaran dan
alasan logis DPP Partai Golkar Jawa Barat yang membatalkan dukungan terhadap
calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
ditinjau dari analisis struktur makro, analisis super struktur, analisis
struktur mikro.
Kata Kunci: Media
Massa, Analisis Wacana Kritis , Analisis Wacana Teun A. Van Dijk
ABSTRACT
This study aims
to analyze the critical discourse of daily news of the compass entitled
"Ridwan Kamil divorce, GOLKAR considered to take appropriate steps"
published on 19/12/2017, 12:18 pm. This study uses the theory of critical
discourse analysis of Teun A. Van Dijk by using some basic elaboration of
research that is in detail there are three points discussed are (1) macro
structure analysis, (2) super structure analysis, and (3) micro structure
analysis. This research uses qualitative descriptive method. The source of this
research data is written data contained in the daily newspaper compass with the
headline "Ridwan Kamil divorce, GOLKAR considered to take appropriate
steps". The results of this study are Golkar Considered Take the Right
Step "interpreting the news content about a reasonable and logical reason
DPP Golkar Party of West Java which cancel support for the candidate of West
Java governor Ridwan Kamil in terms of macro structure analysis, super
structural analysis, microstructure analysis.
Keywords: Mass Media, Critical Discourse Analysis, Teun A. Van Dijk
Discourse Analysis
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Media massa seperti surat kabar
adalah alat untuk menyampaikan berita, penilaian, atau gambaran umum tentang
banyak hal, mempunyai kemampuan untuk berperan sebagai institusi yang dapat
membentuk opini publik, karena media juga dapat berkembang menjadi kelompok
penekan atas suatu ide atau gagasan dan bahkan suatu kepentingan atau citra
yang di representasikan untuk diletakkan dalam konteks kehidupan yang lebih
empiris.
Media massa merupakan sebuah
kekuatan raksasa yang sangat diperhitungkan. Dalam berbagai analisis tentang
kehidupan sosial, ekonomi dan politik, media sering ditempatkan sebagai salah
satu variabel determinan. Bahkan, media terlebih dalam posisinya sebagai
institusi informasi, dapat pula dipandang sebagai faktor yang paling menentukan
dalam proses-proses perubahan sosial-budaya dan politik. (Sobur, 2009:36)
“Berita bukanlah suatu peristiwa itu sendiri, berita tidak identik dengan
peristiwa, melainkan sebuah upaya untuk merekonstruksi kerangka inti peristiwa
tersebut, inti yang disesuaikan dengan kerangka acuan yang dipertimbangkan agar
peristiwa itu memiliki arti bagi pembaca”. (Sobur, 2005: 5)
Kutipan diatas coba menjelaskan
bahwa berita yang selama ini kita konsumsi merupakan hasil dari rekonstruksi.
Media juga dapat berkembang menjadi kelompok penekan atas suatu ide atau
gagasan, dan bahkan suatu kepentingan atau citra yang ia representasikan untuk diletakkan
dalam konteks kehidupan yang lebih empiris. Media massa memang merupakan
saluran yang potensial untuk memicu berkembangnya suatu wacana. Fenomena yang
terjadi menjadi hal yang menarik untuk ditulis oleh wartawan menjadi pembahasan
di media massa. Pemberitaan tentang hal tersebut kemudian memicu masyarakat
untuk membahas tema tersebut di ruang ruang publik. Sehingga wacana tersebut
berkembang. Surat kabar harian kompas merupakan media massa cetak nasional
terbesar di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1965, didiran oleh PK.
Media massa seperti surat kabar harian kompas memiliki peran strategis untuk
mengolah dan menyebarkan suatu isu, ide maupun masalah lain menjadi sebuah
opini publik. Sebagain besar pembaca media massa kompas adalah lulusan perguruan
tinggi (60%) (Simarmata, 2014:66). Kini surat kabar harian kompas memiliki
lebih dari dua juta pembaca dan oplah terbesar mencapai 530.000 eksemplar
setiap hari di semua provinsi di Indonesia ( hhttp://print.kompos.com/about/index.html).
Berdasarkan latar belakang yang
telah diuraikan, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah analisis struktur mikro, analisis super struktur,
dan analisis struktur makro dalam Koran harian kompas yang terbit 19/12/2017, 12:18 WIB ?
1.3 Tujuan Penellitian
Untuk mengetahui wacana surat harian kompas dalam pemberitaan dalam
Koran harian kompas yang terbit 19/12/2017, 12:18 WIB ?
1.4 Manfaat Penelitian
1. Manfaat Akademis
Hasil penelitian
ini diharapkan mampu memberikan kontrubusi pada penhembangan penelitian
analisis wacana kritis khususnya metode wacana Teun A. Van Dijk dalam
menyajikan pemberitaan dan kontruksi pesan sebuah media.
2. Manfaat Praktis
Hasil dari
penelitian ini diharapkan akan menambah daftar penelitian tentang kajian media.
Menambah referensi bagi para mahasiswa dan pemangku kepentingan dalam konteks
analisis media serta sebagai bentyk kepedulian terhadap permasalahan di
pemerintahan. Hasil dari penelitian ini juga diharapkan dapat memeberikan
gambaran mengenai wacana yang ditampilkan oleh surat harian kompas tentang
pemberitaan atau berhubungan dengan pemeritahan.
II. KAJIAN TEORI
2.1 Analisis Wacana Teun Van Dijk
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori analisis yang diperkenalkan oleh Van
Dijk. Pendekatan ini sering disebut sebagai kognisi sosial. Pendekatan yang
dikenal sebagai kognisi sosial ini membantu bagaimana produksi teks yang
melibatkan proses yang kompleks tersebut dapat dipelajari dan dijelaskan.
Kognisi sosial sendiri mempunyai dua arti. Di satu sisi, ia menunjukan
bagaimana suatu teks berita diproduksi oleh wartawan/media. Di sisi lain, ia
menggambarkan bagaimana nilai-nilai masyarakat yang beragam menyebar dan
kemudian diserap oleh wartawan dan pada akhirnya digunakan untuk memproduksi
suatu berita. Wacana oleh Van Dijk digambarkan mempunyai tiga dimensi /
bangunan : teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Inti analisis Van Dijk
adalah menggabungkan ketiga dimensi wacana tersebut ke dalam satu kesatuan
analisis. Dalam dimensi teks, yang diteliti adalah bagaimana struktur teks dan
strategi wacana yang dipakai untuk menegaskan suatu tema tertentu. Pada level
kognisi sosial, dipelajari proses produksi teks berita yang melibatkan kognisi
individu dari wartawan. Sedangkan aspek ketiga, mempelajari bangunan wacana
yang berkembang dalam masyarakat akan suatu masalah. (Eriyanto, 2002:224)
Analisis sosial Dimensi ketiga dari
analisis ini adalah analisis sosial. Menurut Van Dijk dalam analisis mengenai
masyarakat ini ada dua poin yang penting yaitu kekuasaan dan akses. Wacana
adalah bagian dari wacana yang berkembang dalam masyarakat sehingga untuk
meneliti teks perlu dilakukan analisis intertekstual dengan meneliti bagaimana
wacana tentang suatu hal diproduksi dan dikonstruksi dalam masyarakat. Pada
dimensi konteks sosial yang diteliti adalah struktur dari teks. Van Dijk
memanfaatkan dan mengambil analisis linguistik tentang kosakata, kalimat,
proposisi, dan paragraf untuk menjelaskan dan memaknai suatu teks. Kognisi
sosial merupakan dimensi untuk menjelaskan bagaimana suatu teks diproduksi oleh
individu atau kelompok.
III. METODE PENELITIAN
Dalam tulisan ini rancangan penelitian yang
digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif
merupakan sebuah penelitian untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu
gejala yang ada, yaitu keadaan menurut keadaan pada saat penelitian dilakukan
(Arikunto, 2006: 54). Jadi, tujuan penelitian deskriptif adalah membuat
penjelasan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan
sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Rancangan deskriptif kualitatif
digunakan untuk memperoleh gambaran yang jelas, objektif, sistematis, dan
cermat mengenai fakta-fakta akual dari sifat populasi.Kekualitatifan penelitian
ini berkaitan dengan data penelitian yang tidak berupa angka-angka, tetapi
berupa kualitas bentuk verbal yang berwujud tuturan. Subjek penelitian adalah
benda, hal, atau orang tempat variabel melekat, dan yang dipermasalahkan dalam
penelitian (Suandi, 2008:31). Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini
adalah surat kabar harian kompas. Jenis metode observasi yang digunakan adalah
metode observasi nonpartisipasi. Metode observasi nonpartisipan merupakan
metode yang peneliti pilih dalam melakukan penelitian ini. Peneliti hanya
menjadi pengamat dan tidak terlibat langsung dalam proses program acara yang
diobservasi. Dalam hal ini studi kepustakaan untuk menemukan berbagai referensi
terkait analisis wacana. Analisis data dengan menggunakan model sebagai berikut
: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi atau penarikan
simpulan.Ketiga tahapan tersebut saling berinteraksi, berawal dari pengumpulan
data dan berakhir pada selesainya penulisan laporan penelitian. Semua tahap
tersebut memiliki keterkaitan proses antara satu dengan yang lainnya.
IV. PEMBAHASAN
Secara terinci tiga poin yang
dibahas adalah (1) analisis struktur makro, (2) analisis super struktur, dan
(3) analisis struktur mikro. Analisis dilakukan dari seluruh percakapan yang
muncul di dalam berita.
4.1 Analisis Struktur Makro (Tematik)
Struktur makro menunjuk pada makna keseluruhan
yang dapat dicermati dari tema atau topik yang diangkat oleh pemakaian bahasa
dalam suatu wacana.
Dalam surat harian kompas yang
terbit pada tanggal, yang berjudulkan “Ceraikan Ridwan Kamil, Golkar Dianggap Ambil Langkah Tepat” judul ini
merupakan tema yang diangkat berkaitan denngan gemuruh suasana politik
pengusungan ridwan kamil sebagai gubernur jawa barat. Secara umum judul berita
tersebut merepresentasikan dari situasi perjalanan perpolitikan pilkada jawa
barat. Dengan tema ini diharapkan pembaca untuk menganggap wajar jika partai
golkar menceraikan ridwan kamil, dengan alasan-alasan yang disampaikan,
ditambah dengan pendapat pemerhati politik yang mengatakan sebagai berikut:
“ Peneliti
senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris, pun mengaku
tak heran dengan keputusan yang diambil DPP Partai Golkar.”
Pernyataan di atas menitukberatkan pada
prioritas berita tentang kewajaran partai golkar membatalkan dukungan terhadap Ridwan
Kamil.
4.2 Analisis Super Struktur
(Skematik)
Analisis super struktur dalam
penelitian ini terkait pendahuluan, isi, dan penutup dan simpulan dalam wacana
dari keseluruhan segmen. Di dalam berita yang berjudul “Ceraikan Ridwan Kamil, Golkar Dianggap Ambil Langkah Tepat” isi berita
tersebut mulai dari judul, pendahuluan, isi, dan penutup mengisyaratkan tentang
keabsahan partai golkar yang membatalkan dukungan terhadap ridwan kamil, isi
dari partai tersebut juga menyebutkan tentang alasan partai golkar yang
menceraikan ridwan kami karena dianggap terlalu lambat dalam mengambil
keputusan. di bagian penutup ditulis dengan surat keputusan yang dikeluarkan
oleh DPP Partai Golkar.
4.3 Analisis Struktur Mikro
Analisis wacana kritis dalam surat
harian kompas ini juga akan dianalisis dari struktur mikro. Analisis struktur
mikro mengamati secara mendalam terkait makna (semantic), penataan kalimat,
pilihan kata, serta retoris. Semantik Analisis semantik dalam skema analisis
wacana kritis Van Djik dikategorikan sebagai makna lokal. Dalam acara ini makna
lokal bisa saja memiliki makna yang jamak. Mengingat bahasa digunakan sebagai
media untuk menggiring isu, kepentingan, juga mengajukan pendapat. Walaupun
tidak semua wacana yang muncul mengandung maksud-maksud tertentu, namun hal-hal
yang menarik layak untuk dikaji. Berikut diuraikan:
4.3.1 Sintaksis
Analisis sintaksis adalah analisis
yang berkaitan dengan susunan dan penataan kalimat penutur. Susunan dan
penataan kalimat ini diramu sebaik mungkin dengan harapan tujuan dan sasaran
yang diinginkan dapat dicapai. Berikut akan disajikan analisis percakapan dalam
lingkup sintaksis.
"Saya
kira wajar saja karena Setya Novanto memaksakan mendukung Ridwan Kamil, padahal
punya kader sendiri yang mumpuni, yakni Dedi Mulyadi," kata Haris kepada Kompas.com,
Selasa (19/12/2017).
Dalam kalimat di atas penekanan
kalimat oleh penutur terletak pada kata “wajar” dan “memaksakan” kedua kata
tersebut diletakkan di awal kalimat sebagi bentuk penguatan inti pembicaraan.
Penguatan ini diharapkan menarik perhatian dari pembaca ataupun masyarakat.
4.3.2 Stilistik
Kajian stilistik dalam analisis
wacana kritis adalah kajian tentang pilihan kata yang digunakan penutur dalam
menyampaikan pesan, maksud, dan ideologinya. Pilihan kata dalam bertutur sangat
memengaruhi penerimaan pesan oleh lawan tutur. Kasar, halus, lemah, dan lembut
dalam berbahasa tidak hanya dipengaruhi oleh intonasi tuturan, tetapi juga
pilihan kata. Oleh karena itu analisis stilistik (pemilihan kata) dalam
penelitian ini akan melihat bagaimana pemilihan-pemilihan kata yang digunakan
oleh berita pada harian kompas, berikut data-data yang penulis sajikan:
2.... lantaran
tak segera menindaklanjuti....
3.
keputusan itu diambil “semata-mata” ingin menjaga kehormatan, marwah, dan
kepentingan Partai Golkar di Jawa Barat.
4......
mencabut....
5........
menggandeng....
Dari pilihan kata yang telah disebutkan di atas tampak bahwa
kompas tidak memperhitungkan pendapat ataupun alasan ridwan kamil bertindak
sesuatu yang dianggap lambat oleh partai golkar dengan pilihan- piliahan kata “
menceraikan” seolah pihak ridwan kamil menjadi pihak yang bersalah sehingga
pantas diceraikan, selain itu ada pilihan kata seperti “semata-mata”,
“menggandeng” menjadi suatu hal pelembutan wacana sehingga partai golkar adalah
sebuah partai yang bijaksana dan tepat dalam pengambilan keputusan.
4.3.3 Retoris
Kajian retoris dalam analisis wacana
kritis Van Dijk menganalisis hal terkait grafis, metafora, dan ekspresi. Harian
kompas dalam menyampaikan berita menggunakan retorika yang disampaikan oleh
Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris,
yang menjadikan pernyataan beliau sebagai penguat berita
4.2 KESIMPULAN
Secara terinci tiga poin yang
dibahas adalah (1) analisis struktur makro, (2) analisis super struktur, dan
(3) analisis struktur mikro. Analisis dilakukan dari seluruh teks yang
muncul di dalam berita. Berita pada harian kompas dengan judul “Ceraikan Ridwan Kamil, Golkar
Dianggap Ambil Langkah Tepat” menginterprestasikan isi berita tentang suatu
kewajaran dan alasan logis DPP Partai Golkar Jawa Barat yang membatalkan
dukungan kepada calon gubernur Jawa Barat
Ridwan Kamil, ditinjau dari metode analisis A Teun Van Dijk.
4.3 DAFTAR PUSTAKA
Baryadi,
Praptomo. 2002. Dasar-dasar Analisis
Wacana dalam
Ilmu Bahasa.Jakarta : PT
Gramedia
Pustaka Utama.
Sobur, Alex.
(2009). Analisis Teks Media: Suatu
Pengantar untuk
Analisis Wacana, Analisis Semiotik,
dan Analisis
Framing. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya Offset.
Suandi, I
Nengah. 2008. Pengantar Metodologi
Penelitian Bahasa.
Singaraja: Undiksha.
Tomtom. Mohamad.
2014. Analisis Wacana Kritis
dalam Iklan
Komersil di Televisi. Singaraja.
(Skripsi
tidak
diterbitkan).
Van Dijk, Teun
A. 2001. Critical Discourse Analysis,
Book 1.Bandung:
Universitas Pendidikan Indonesia.
LAMPIRAN
Ceraikan Ridwan Kamil, Golkar Dianggap
Ambil Langkah Tepat
Moh.
Nadlir
Kompas.com - 19/12/2017, 12:18 WIB
JAKARTA,
KOMPAS.com — DPP Partai Golkar "menceraikan" Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur Jawa
Barat pada Pilkada Jawa Barat 2018.
Dukungan untuk Wali
Kota Bandung tersebut dibatalkan lantaran tak segera menindaklanjuti
rekomendasi yang diberikan partai berlambang pohon beringin itu soal calon
pendampingnya.
Peneliti senior
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris, pun mengaku tak
heran dengan keputusan yang diambil DPP Partai Golkar.
"Saya kira
wajar saja karena Setya Novanto memaksakan mendukung Ridwan Kamil, padahal
punya kader sendiri yang mumpuni, yakni Dedi Mulyadi," kata Haris kepada Kompas.com,
Selasa (19/12/2017).
Menurut Haris, Dedi
Mulyadi yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat sekaligus Bupati
Purwakarta jauh lebih berprestasi ketimbang Ridwan Kamil.
"Dedi adalah
kader partai yang berprestasi. Aneh kalau Golkar malah dukung Ridwan
Kamil," ujar Haris.
Karena itu, ia
mengapresiasi keputusan DPP Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga
Hartarto yang mengutamakan kader internal partai.
"Keputusan
Golkar di bawah Airlangga patut diapresiasi karena utamakan kader sendiri.
Kalau partai politik enggak mengutamakan kader sendiri, partai enggak
maju-maju," kata dia.
Haris juga tak
sepakat tudingan bahwa Airlangga Hartarto melakukan balas budi kepada Dedi
Mulyadi karena dukungannya dalam melengserkan Setya Novanto dari pucuk pimpinan
DPP Partai Golkar sebelumnya.
"Tuduhan balas
budi tidak pas karena memang apa yang dilakukan Setya Novanto tidak benar. Dedi
meluruskan yang salah," ucap Haris.
DPP Partai Golkar
mencabut dukungan untuk Ridwan Kamil sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat
pada Pilkada Jawa Barat 2018 sebagaimana tertulis dalam surat bernomor R-525/ GOLKAR/XII/2017 tertanggal 17 Desember 2017.
Ridwan Kamil
dianggap tidak menindaklanjuti rekomendasi Partai Golkar untuk menggandeng
Daniel Muttaqien Syaifullah sebagai bakal calon wakil gubernur sampai batas
waktu yang ditentukan pada 25 November 2017 sebagaimana rekomendasi partai.
Dalam surat yang ditandatangani
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal DPP
Partai Golkar Idrus Marham itu ditulis bahwa keputusan itu diambil semata-mata
ingin menjaga kehormatan, marwah, dan kepentingan Partai Golkar di Jawa Barat.
Dengan keputusan
tersebut, DPP Partai Golkar menyatakan surat rekomendasi/pengesahan untuk
Ridwan Kamil dengan Daniel Muttaqien Syarifuddin dalam surat bernomor
R-485/GOLKAR/X/2017 tertanggal 24 Oktober 2017 sebagai pasangan bakal calon
gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Jawa Barat 2018 tak lagi berlaku.
Komentar
Posting Komentar