Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Lelaki di Layar Kaca

Musim dingin di luar jendela juga dibanjiri kesedihan. Sosok perempuan protagonis yang dihinggapi mimpi-mimpi manis. Di balik layar kaca di bawah sinar matahari yang cerah tampak seorang lelaki begitu gemilang, sehingga dia tidak dapat langsung melihat langsung kepadanya. Segera ia terpikat, dan untuk sesaat ia merasa punya kebahagiaan. Namun tak lama, ia terbangun dari impian itu. Dia masih terus merindukan sekilas kebahagiaan itu, namun tidak bisa tidak, ia mesti menerima kenyataan itu, bahwa kebahagiaan itu sebagai sesuatu yang tidak akan pernah dicapainya. Mimpi itu terlalu indah, yang menjadikannya mersa lebih sedih dan lebih menyesal.             Perempuan itu duduk di tengah jendela, melihat keluar ke sesuatu tempat yang tertuju ke arah kamera. Tetes air meluncur ke arah layar kaca handphone yang sedang ia genggam. Punggungnya bersandar di kursi, tatapannya tetap mengarah ke luar dan matanya mengesankan bahwa pikiranny...

Hanyalah "Semoga" yang ia punya

Seperti biasa petang tadi ia baru saja pulang dari tempat mengajar privat bahasa mandarin. Di perjalanan ia termenung duduk di tepi dekat pintu angkutan umum nomor 54, ia melamunkan banyak sekali macam kehidupan di kota medan ini,  ia merasa sedih disaat melihat banyak bapak-bapak tukang becak mangkal di sekitaran  jalan simpang pos, ia membayangkan sudah berapa banyak rezeki yang bapak tersebut dapat hari ini? sudah berapa lama  mangkal di tempat itu? berapa anaknya?  Bagaimana sifat anak-anaknya ? apakah istrinya bekerja? apakah bapak itu hanya mempunyai pekerjaan sebagai seorang tukang becak? Apakah kehidupannya tercukupi ? Semoga rezekinya lancar ya pak. Lalu ada beberapa terlihat anak muda juga menjadi tukang becak, bagaimana masa depannya? Semoga bisa dapat pekerjaan yang lebih baik ya bg. Lalu terlihat ibu-ibu pedagang asongan menawarkan rokok batangan kepada supir-supir angkot yang lewat, kembali terbesit pertanyaan,  bagaimana keadaan ana...

kumbang Dan mawar

Habis manis kumbang pergi Mencari kemanisan baru untuk dihinggapi Mawar menggugurkan kelopaknya Berterbangan dibawa angin bersama Perlahan mati digantikan dengan Mawar muda Indah dan menawan kumbang lagi,  mati lagi.. Layaknya manusia di dunia yang sementara ini, layaknya rantai makanan,  tidak ada yang salah,  kumbang tidak salah meninggalkan begitu saja Mawar setelah menghisap keindahannya.  Pergi berlalu mencari korban baru. Nyatanya meski terlihat jahat,  ia tetap memberikan manfaat,  perenggutan mahkota Mawar berhasil memporak-porandakan putik Sari menumbuhkan keindahan baru lagi. Oh sungguh aku ingin seperti kumbang-kumbang ditaman. Tidak menjadi Mawar Indah namun tidak bisa berbuat apa-apa. Duri pelindungnya pun hanya sebatas aksesoris pelengkap kehidupannya. Malikaku~ Minggu/3/11/18

Dear Ibu Dosen

Dear ibu dosen, Begini rupanya rasanya jadi mahasiswa akhir,  kalau dulu saya yang terkadang malas-malasan datang ke kampus untuk belajar,  sekarang giliran dosennya yang malas-malasan jumpa kita untuk membimbing. Seadil itukah kehidupan ini?  Sampai pada hal-hal terkecil semua memiliki balasannya entah itu dalam bentuk yang sama atau dalam wujud yang lain. Semoga kelak tidak ada mahasiswa-mahasiswi yang malas ke kampus,  supaya ketika di akhir dosen pembimbing juga tidak malas-malasan. Dear ibu dosen, Saya ingin segera lulus, pasalnya teman sekampung saya sudah menyelesaikan seminar proposalnya, nanti kalau-kalau ia lulus terlebih dahulu dari saya, kan bisa repot jadinya, ibu tahu kenapa? Tinggal di kampung yang masih tertinggal peradaban zaman now-nya,  masih terlalu kolot untuk memaklumi kalau tidak lulus tepat waktunya dan tertinggal adalah hal yang wajar mengingat dan menimbang sumur mana yang ditimba,  rimbah mana yang di telusuri, dan jurang apa ...