Lelaki di Layar Kaca


Musim dingin di luar jendela juga dibanjiri kesedihan. Sosok perempuan protagonis yang dihinggapi mimpi-mimpi manis. Di balik layar kaca di bawah sinar matahari yang cerah tampak seorang lelaki begitu gemilang, sehingga dia tidak dapat langsung melihat langsung kepadanya. Segera ia terpikat, dan untuk sesaat ia merasa punya kebahagiaan. Namun tak lama, ia terbangun dari impian itu. Dia masih terus merindukan sekilas kebahagiaan itu, namun tidak bisa tidak, ia mesti menerima kenyataan itu, bahwa kebahagiaan itu sebagai sesuatu yang tidak akan pernah dicapainya. Mimpi itu terlalu indah, yang menjadikannya mersa lebih sedih dan lebih menyesal.
            Perempuan itu duduk di tengah jendela, melihat keluar ke sesuatu tempat yang tertuju ke arah kamera. Tetes air meluncur ke arah layar kaca handphone yang sedang ia genggam. Punggungnya bersandar di kursi, tatapannya tetap mengarah ke luar dan matanya mengesankan bahwa pikirannya benar-benar kosong. Tetesan air menggumpal dan jatuh, melewati dahinya, rahang dan tengkuknya.  Di layar kaca itu ia melihati sesosok yang didambakannya, namun sosok itu hanya bayang-bayang belaka yang tidak pernah bisa dihubungi atau datang kepadanya.
             Perempuan itu melihat postingan photo di koleksi photo di instagram lelaki itu, di bawahnya ada daftar panjang komentar, celotehan, dan kata-kata pujian, beberapa kata-kata yang mengisyaratkan kecemburuan, karena lelaki itu sepertinya telah memiliki sesosok pemilik hatinya. Dan perempuan itu hanya bisa memandanginya sembari menelan ludah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS FEMINISME SASTRA PADA NOVEL “PEREMPUAN DI TITIK NOL”KARYA NAWAL EL SAADAWI (KAJIAN FEMINISME)

"Durian Kuburan"

POLITIK IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DI MEDAN DAN MULTIKULTURALISME DALAM PENGUATAN RASA NASIONALSME ENDANG FRANSISKA