Dear Ibu Dosen
Dear ibu dosen,
Begini rupanya rasanya jadi mahasiswa akhir, kalau dulu saya yang terkadang malas-malasan datang ke kampus untuk belajar, sekarang giliran dosennya yang malas-malasan jumpa kita untuk membimbing.
Seadil itukah kehidupan ini? Sampai pada hal-hal terkecil semua memiliki balasannya entah itu dalam bentuk yang sama atau dalam wujud yang lain. Semoga kelak tidak ada mahasiswa-mahasiswi yang malas ke kampus, supaya ketika di akhir dosen pembimbing juga tidak malas-malasan.
Dear ibu dosen,
Saya ingin segera lulus, pasalnya teman sekampung saya sudah menyelesaikan seminar proposalnya, nanti kalau-kalau ia lulus terlebih dahulu dari saya, kan bisa repot jadinya, ibu tahu kenapa? Tinggal di kampung yang masih tertinggal peradaban zaman now-nya, masih terlalu kolot untuk memaklumi kalau tidak lulus tepat waktunya dan tertinggal adalah hal yang wajar mengingat dan menimbang sumur mana yang ditimba, rimbah mana yang di telusuri, dan jurang apa yang dilalui.
Ah meskipun itu semua tidak menjadi alasan, asalkan saja kita bisa bekerjasama bu,
Lingkungan kehidupan yang masih sedikit generasinya menimba ilmu di perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi negri. Mereka masih kurang paham bersama masuk kuliah berarti bersama juga lulus kuliah, atau kalian anggap diberi label "bodoh" dan "mengecewakan" banyak pihak.
Dear ibu dosen,
Bagaimana ibu sudah bisa membayangkan bagaimana rasanya jadi saya?
Jika belum yuk bu, saya curahkan isi hati saya sedikit lagi. Ibu tahu perihal kuliah merupakan barang mewah yang hanya bisa dirasakan beberapa orang saja dikampung saya, setidaknya ada dua hal, pertama adalah mereka yang mempunyai harta berlebih dan yang kedua adalah mereka yang HANYA mempunyai semangat. Dan saya termasuk ke dalam golongan yang kedua, saya hanya punya semangat merubah kehidupan keluarga saya tidak lebih hanya itu. Karena saya sadar hanya pendidikan yang bisa merubah segalanya. Dengan tekad yang kuat dibarengi doa keluarga tentunya. Lalu yang hanya karena semangat tadi memunculkan banyak sekali harapan dan impian dari banyak pihak. Paling tidak bisa menjadi contoh untuk adik-adik saya dan warga di kampung saya. Bahwa saya bisa menjemput kesuksesan dan menyebarkan kebahagiaan meski hanya bermodalkan semangat.
Terlepas dari itu semua, saya sadar harapan dan impian tanpa usaha hanyalah sampah.
Untuk mencapainya batu pertama yang saya letakan sebagi pondasi adalah akademik saya, ibu dosen pasti tahu maksud saya, iya bu, saya memulainya menjadi mahasiswi yang baik, belajar dengan rajin, menjadi mahasiswa yang patuh selama itu benar, IPK cumlaude adalah targetnya, meskipun saya tahu IPK bukan segalanya, namun menjadi dasarnya. Peletakan batu pondasi yang kedua adalah berorganisasi, mengasah kepekaan saya terhadap lingkungan, karena bagi saya tidak peduli seberapa hebat pendidikan kamu, perlakukan kamu terhadap orang lain lah menjadi tolok ukur kualitasmu. Meski berat menyeimbangkan antara kehidupan organisasi dan kehidupan perkuliahan, tapi aku kuat, itu benar bu bukan cuma bualan belaka, bahkan saya mendapatkan IP 4 di semester 6. Dan di organisasi saya, saya sudah mencapai pada posisi sekretaris umum, dan itu bukan hal mudah mendapatkanya butuh proses yang panjang, ibu pasti tahu itu kan?
Lalu bu, setelah perjuangan panjang dan melahkan itu, masihkan ibu sanggup untuk tidak bekerjasama di akhir perjuangan saya sebelum pada akhirnya harus saya hadapi kehidupan yang sebenar-benarnya kehidupan. Ibu saya pantaskan untuk tidak diperlama? Saya telah menyelesaikan segala persyaratan, mengerjakan sekuat dan semampu saya karya ilmiah itu, bisakan ibu menyempatkan untuk memeriksanya? Barangkali lima menit saja cukup bu, sembari ibu duduk-duduk menunggu nasi makan siang turun ke perut. Bisakan bu?
Saya tahu urusan ibu tidak hanya membimbing saya, tapi saya tetap tanggungjawab ibu kan? Tapi kenapa bu sikap tak acuh ibu itu seolah ibu tidak pernah jadi mahasiswa.
Inginku berteriak ibu... Ah sudahlah semoga ibu tahu apa yang saya rasa, saya pikir dan saya maksud. Selamat malam bu, semoga esok ibu bisa saya temui dan mengatakan "sudah benar semua dan ACC". AAAMIIIIIIN
11/3/18
Komentar
Posting Komentar