Kali ini aku benar-benar terheran-heran lebih terheran-heran daripada abg yang pergi ke siborong-borong itu, jadi begini ceritanya tadi aku pulang kerja barengan sama kak Ulan, kebetulan agak lamaan dari biasanya karena harus nungguin chatimenya kak ulan datang, lanjut pulang aku singgah ke Atm BNI di jalan Dr. Mansyur, niatnya mau ambil uang, tapi gajadi, ada kejadian yang buat aku bengong,  sesampainya di depan Atm,  dipinggir jalan aku memarkirkan si Matte dan siitttt cekret bunyi kunci setang, ada ku lihat seorang perempuan dengan muka aneh ada yang ingin disampaikan, ahh kukira dia kenal aku, kulihat lihat ga kenal rupanya, terus ada abg-abg keluar dari Atm nanyain "kak nampak kreta di sini ? " ku jawab haa?  Enggak bang". Terus sambil bingung-bingung sambil terbodok aku masuk ke atm, tapi ga enak persaanku nguping ribut-ribut dikit aku keluar lagi, rupanya kreta abg itu ilang, dan si perempuan yang duduk di atas kereta itu menyaksikan si Maling mencuri kereta abg itu,  dan diam aja santai duduk di atas kreta di samping kreta orang yg curi dengan santainya si perempuan itu menjelaskan " iya bg tadi abg itu memang mencurigakan berbrewok,  dia bilang sama aku sssstttt,  diam aja ya dek " kutanyak la sama perempuan itu,  kek mana ngambil keretanya tadi kak?  Dijawabnya " pakai kunci T kak ", sambil agak takut merasa bersalah gitu. beugh dalam hatiku pengen aja ku tokokkan kepalanya terus kubisikan dimana rasa kemanusiaanmu?

Dan di sepanjang jalanan pulang dari simpang kampus ngelewati pajak sore,  pajus, merepet sendiri sampek ke gang selamat masik aja kupikirkan kakak itu, sanggup kali dia, kok ada orang kayak gitu yaa, bodok, bodok, bodok, tepok mau kak?

Inilah contoh kecil keapastisan kita hari ini,  hal yang jelas-jelas harusnya kita bersikap seperti apa saja kita masih sanggup mentingin diri sendiri, apalagi yang sifatnya abstrak, harus kita caritahu dulu, diskusikan dulu udahlah payah bilang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS FEMINISME SASTRA PADA NOVEL “PEREMPUAN DI TITIK NOL”KARYA NAWAL EL SAADAWI (KAJIAN FEMINISME)

"Durian Kuburan"

POLITIK IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DI MEDAN DAN MULTIKULTURALISME DALAM PENGUATAN RASA NASIONALSME ENDANG FRANSISKA