Bukan, -Dia

Belakangan ini selepas dari lulus kuliah, aku merasa tidak benar-benar menikmati hidup, semua yang kulakukan adalah sebuah keharusan, seperti yang aku harus makan untuk hidup, minum agar tidak sakit pinggang, tidur cukup agar tidak ketiduran pas siangnya, semua ini hanya normalitas, formalitas, sholat yang terburu-buru, doa yang malu malu, iya aku malu hanya punya mau tapi jiwa ragaku tak mampu, setiap hari kekalahan seolah mengejekku sambil ingin mendekat, aku benar-benar kosong keinginanku selalu keluh setiap kembali memandang diriku, malahan rasa ini malah muncul seenaknya, layaknya seorang kehausan cinta, yaaa Aku ingin sekali jatuh Cinta sejatuh-jatuh cintanya, pada orang yang benar-benar kucinta pun dia begitu,  rasanya sudah lama sekali aku tidak merasakan degup jantungku berdetak berdebar, aku tidak tau apa penyebanya, mungkin hanya saja waktu yang belum menginzinkannya. Tapi sungguh, hatiku hampa sekali, ingin merasakan rasa debar ketika masa SMA dulu yang sepertinya tidak akan terjadi lagi kedepan... Aku harus apa?  Aku seperti sedang layu, kuyu, terasa garing dan tandus, aku ingin mencintai dan dicintai dengan segala yang kuingini, bagaimana?  Kelasku terlalu rendah tapi harapku keterlaluan melangit. Tidak tahu diri huh?! 
Intinya aku sedang tidak bahagia. Bahagia aku menantimu, mencarimu, aku sudah bersyukur apakah itu tidak cukup untuk selalu bersamamu ?
Aku menderita, jiwaku sakit, lihatlah tubuh mungilku ini semangkin mengecil ia digerogoti mimpinya sendiri yang tak mau ia wujudkan, hargadirinya sudah hampir tumbang, ia sudah malu bercerita harapan palsu kepada bapaknya, bahkan sepertinya ibu bapaknya tidak yakin bahwa ia masih bisa menjadi tulang punggung untuk adik-adiknya, untuk dirinya saja ia masih  tersenggal-senggal napasnya, jiwanya semakin sakit, sakit sampai menusuk ke uluh hati rasanya tidak ada lagi tempatnya bercerita semua seperti sudah kehilangan kepercayaan di matanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS FEMINISME SASTRA PADA NOVEL “PEREMPUAN DI TITIK NOL”KARYA NAWAL EL SAADAWI (KAJIAN FEMINISME)

"Durian Kuburan"

POLITIK IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DI MEDAN DAN MULTIKULTURALISME DALAM PENGUATAN RASA NASIONALSME ENDANG FRANSISKA