Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Postmodernism, Galian kubur NDP HMI?

Postmodernism, Galian kubur NDP HMI? Oleh: Muhammad Mualimin Kegilaan dunia pascamodern tidak hanya muncul dalam bentuk buramnya tatanan moralitas, normalnya ketidaknormalan, atau paradoks-paradoks yang merajalela. Jangankan kemapanan sosial, kecongkakan standar objektif dan definisi kebenaran pun rontok dihantam gugatan-gugatan kritis yang hingga hari ini tidak terjawab tuntas. Penulis sempat menghantam ketenangan internal HMI melalui tulisan berjudul Detik-Detik Menjelang Kematian HMI, terbit di media kritis qureta.com pada akhir November 2017. Penulis meyakini, seluruh kader HMI yang lahir pada gelombang postmodernisme menggejala di Indonesia, pernah gelisah oleh fakta-fakta tak terbantahkan di bawah ini. Sejak opini penulis yang cukup menggemparkan, ada tiga tulisan dibuat oleh penanggap. Ketiganya adalah kader HMI. Setelah penulis baca, konten yang disampaikan tidak ada secara pas dan argumentatif memberikan penawaran gagasan alternatif. Ketiga tulisan lebih tep...

Imam-makmum Bukan relasi tiranistik, tetapi komplementer

Islam sama sekali tak mengenal apa itu feminisme, kesetaraan gender,  egilitiarisme. Islam pada khittahnya, sepenuhnya memuliakan kaum hawa, islamlah yang menyelamatkan kaum hawa di masa arab jahiliyah dulu dari kesewenangan dan penyiaan. Sebagai bukti, nasihat dari ali bin abu thalib," tidaklah memuliakan wanita kecuali lelaki mulia,  dan tidaklah menghinakan wanita kecuali lelaki hina". Relasi wanita-lelaki secara hakikat bukanlah relasi yang berhadapan,  head to head, tetapi berjamaah untuk saling melengkapi. Pada level-level tertentu, pemimpin (lelaki)  sudah pasti harus mendengarkan pendapat yang dipimpinya. Tetapi, pemimpin hanya boleh ada satu. Tidak mungkin dalam satu rumah ada dua singa, dua Raja, pasti bubrah. Nah, fungsi satu iman ini ialah untuk  mengambil keputusan Akhir. Apapun itu!  Dalam proses pengambilan keputusan itu,  pemimpin yang baik pastilah akan menyerap aspirasi orang-orang di sekitarnya. Inilah yang dirusak isu feminisme ...

茶(Camellia Sinesis L):文化和健康之间

茶(Camellia Sinesis L):文化和健康之间 通过:Endang Fransiska Camellia Sinesis L是一种茶树,种植物的叶和芽叶子被用来泡茶。这些植物属于山茶属(传统汉字:花; 中国:茶花; 拼音:茶花),开花植物的山茶科一属. 白茶,绿茶,乌龙茶,黑茶(或红茶)都是从这一物种的叶子加工产生的,但处理方式不同,获得不...

Teh (Camellia sinensis L) : Antara budaya dan kesehatan

Teh (Camellia sinensis L) : Antara budaya dan kesehatan Oleh: Endang Fransiska Camellia sinensis adalah tanaman teh, spesies tanaman yang daun dan pucuk daunnya digunakan untuk membuat teh. Tumbuhan ini termasuk genus Camellia (Hanzi tradisional:  花; bahasa Tionghoa: 茶花; Pinyin: Cháhuā), suatu genus tumbuhan berbunga dari famili Theaceae. Teh putih, teh hijau, teh oolong, teh hitam (atau teh merah) semuanya dihasilkan dari olahan daun spesies ini, namun diproses secara berbeda untuk memperoleh tingkat oksidasi yang berbeda. Kukicha (teh ranting) juga dipanen dari Camellia sinensis, namun tidak memakai daun melainkan ranting. Camellia sinensis berasal dari daratan Asia Selatan dan Tenggara, namun sekarang telah dibudidayakan di seluruh dunia, baik daerah tropis maupun subtropis. Ekstrak teh telah menjadi perhatian karena diketahui mempunyai a...

KUALITAS TERJEMAH BAHASA MANDARIN KE DALAM BAHASA INDONESIA DENGAN APLIKASI “GOOGLE TRANSLATE"

KUALITAS TERJEMAH BAHASA MANDARIN  KE DALAM BAHASA INDONESIA DENGAN APLIKASI  “GOOGLE TRANSLATE” ENDANG FRANSISKA Departemen Sastra Cina Fakultas Ilmu budaya Universitas Sumatera Utara Medan, Jl. Universitas No. 19 Kampus Usu Medan-Sumut 20155 Email: endangfransiska01@gmail.com ABSTRAK Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut ketidak-akuratan, ketidak-berterimaan, dan rendahnya tingkat keterbacaandari teks berita yang diterjemahkan menggunakan google translete tersebut disebabkan oleh (1) pemadanan yang tidak tepat, terutama dalam istilah-istilah teknis, (2) penghilangan yang tidak perlu, (3) pergeseran sintaktikal yang menyebabkan distorsi makna, (4), tidak melakukan penambahan pada kalimat yang membutuhkan penambahan, (5) pemilihan diksi yang tidak tepat. Mesin penerjemahan statistik google translete pada dasarnya dapat dijadikan alat bantu bagi penerjemah, bahkan bagi nonpenerjemah untuk membantu komunikasi dan penerjemahan teks berbahasa mandarin pad...

"TENTANG WAKTU"

Tentang waktu apakah kita setakberdaya itu di hadapanya?Apakah kita akan termangu melihatnya berlalu, sambil menanti dan bertanya – tanya apa yang akan terjadi selanjutnya? Sebegitu lemahkah kita?

POLITIK IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DI MEDAN DAN MULTIKULTURALISME DALAM PENGUATAN RASA NASIONALSME ENDANG FRANSISKA

POLITIK IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DI MEDAN DAN MULTIKULTURALISME DALAM PENGUATAN RASA NASIONALSME ENDANG FRANSISKA Departemen SASTRA CINA Fakultas Ilmu budaya Universitas Sumatera Utara Medan, Jl. Universitas No. 19 Kampus Usu Medan-Sumut 20155 ,Email: endangfransiska01@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini menggambarkan politik identitas etnik Tionghoa di Medan dan multi- kulturalisme dalam penguatan rasa nasionalisme. Sebagai salah satu etnis yang terbesar,etnis tionghoa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan politik di Kota Medan. politik identitas menjelaskan bagaimana orang Tionghoa berpartisipasi dalam politik melalui identitas politik dan etnisitas untuk menggambarkan persatuan etnis serta bagaimana multikulturalisme berperan dalam penguatan rasa nasionalisme. penelitian ini menemukan ada tiga fenomena menarik yang terkait dengan identitas etnis Tionghoa di Medan. Pertama, identitas etnis Tionghoa di Kota Medan terus berubah; kedua, aktif berpartisipasi dalam kehidupa...

“听课“

时间:周四10点50分 地点:教大学楼,M楼108  班、23个学生 指导师: 小测验10点50 10点50 分,老师跟学生说:你们的作业做句子写好了吗 ?那你们的作业然后给我, 别忘记把你们自己的名字写上。结果,发现过了五分钟学生才做完。 集会作业和点名到11点10分 老师:之前老师开始上课,首先老师...

Oh Negriku...

Oh, negriku Jumat ini umat muslim sedang berduka Bagaimana tidak seorang penista agama tiada merasa bersalah Menghina alquran surah al maidah Dengan enteng ia berbicara, umat muslim dibohongi surah al maidah Berkampanye dengan SARA, Siapa tiada tergugah, Siapa tiada terusik, jika tiada yang mengusik Siapa tiada merasa terhina Siapa tiada merasa ternoda Perjuangan membela kebenaran dikata ajang pemenangan pilkada Perjuangan membela kebenaran dikata pemecah belah agama Perjuangan membela kebenaran dianggap penyebab penjarahan Perjuangan membela kebenaran dianggap penyebab kerusuhan, kerusakan dan kerugian Ada apa dengan negri ku kini ? Alih mengalih isu, politik macam apa ini ? Tangkap menangkap siapa ? Hukum menghukum siapa ? Kenapa malah seorang pejuang, seorang aktivis malah di tangkap lagi dihukum ? Negriku sudah krisis demokrasi Suara rakyat tak lagi didengar Suara yang bijak tak lagi dihirau Para pendusta dipercaya Sedangkan orang jujur dianggap berdusta Pen...

"Durian Kuburan"

Dengan jalan mengendap-endap dini hari pukul 02:00 wib aku menuju dapur karena aku tau bapak ku baru saja pulang dari membeli durian untuk dijual disiang harinya, aku sangat menyukai durian jadi aku makan sendiri diam diam didalam dapur, kreeeak terbuka lah buah durian itu dan terlihat buahnya yang berwarna kuning keemas-emasan besar besar, dan harumnya super tanpa pikir panjang aku langsung menyantapnya,”Nyam-nyam...akhirnya setelah puas memakan durian aku kembali ke kamar untuk tidur lagi, Disiang harinya bapak ku merasa duriannya berkurang dan menanyakan , siapa yang memakan durian ini, durian ini kan mau dijual,kok berkurang terlihat bapakku dengan nada kecarian, dengan cengar cengir aku menjawab aku pak, owaalla ndok ndok bukannya apa apa itu durian kuburan yang kau makan, bukannya kamu gag doyan makan durian kuburan, Uweek uweeekk,,, langsung mau muntah aku mendengarnya, kebayangkan durian itu tumbuh di atas kuburan, akarnya menyerap yang ada di dalam kuburan itu alias may...

PENJILAT

Dengan mulut manisnya Dia umbang semua orang Dia bilang kamu hebat Kamu tangguh Kamu tampan Kamu cantik Kamu cerdas Namun benarkah demikian ? Di depan mereka dia berkata Darahku telah hijau Keberanianku telah hitam Akulah manusia bermerek hijau hitam Akulah barisan terdepan Barisan siap mati Siap tempur dengan siapapun dimanapun kapanpun Berkata satu komando satu tujuan Siap perintah ! Ya siap siap Namun bernarkah demikian ? Dia ramah kepada semua orang Dengan salam perdamaiannya Dia salurkan sejuta maksud Di balik senyum meringis manisnya Tersimpan beribu makna keramat Namun apakah makna di balik isyarat itu ? Jika semua itu benar Jika semua itu nyata Maka “ waah “ Namun jika hanya sebuah Omong kosong belaka Yang tak sempat terucap oleh hati Ah……… entah lah….. Sudahlah Dinda ……… Nanti .. Janganlah menjadi kader Yang seperti anjing Menjilat , menggonggong, menggigit tuk terlihat dinda Buktikan ...

"Mahasiswa brengsek-“mahasiswa benalu”

Kuliah merupakan kewajiban atau hak ? Berdasarkan penelitian banyak mahasiswa dan mahasiswi mengatakan kuliah adalah hak, dengan berlandaskan UUD yang menyebutkan setiap orang berhak untuk mendapatkan pendidikan, lah itukan menurut negara, bagaimana menurut kamu? Menurut saya kuliah merupakan kewajiban, kewajiban menuntut ilmu, kewajiban untuk menjadi mandiri. Jika di dalam mind set kita kuliah adalah hak, yah lihatlah keadaannya manusia-manusia generasi brengsek ada dimana-mana, mahasiswa/i yang taunya hanya menodongkan tangan, menengadahkan tangan, meminta-minta kepada orang tuannya, sama halnya dengan benalu bukan ? atau bahkan pengemis ? setiap bulan meminta uang dengan beranggapan bahwa itu adalah hak orangtua untuk menyekolahkan anak-anaknya, memaksa jika tidak ada, gemetaran jika dateline pembayaran buku, pembayaran uang kos tiba, tanpa memikirkan bagaimana orang tua mengadakan yang tiada menjadi ada. Mahasiswa sebagai agent of change, memangnya bisa apa sebagai mahasiswa be...

Wajah Indonesiaku

KONON sejak tahun 2000, menurt friedman, kita memasuki era globalisasi jilid ketiga. Globalisasi pertama (1492-1800) bermula pada perjalan cristhoper coloumbus mematahkan mitos dunia tidak berujung, menjadikan dunia berukuran medium. Globalisai kedua (1800-2000) merupakan ajang industrialisasi dan hegemoni perusahaan multinasional, membuat dunia menjadi kecil. Pada globalisasi jilid tiga dunia kian menciut. dunia kian mengecil, makin dekat, makin datar dan tanpa hambatan (the flattering of the world). Globalisasi akhirnya menjadi kisah heroik, ihwal keberhasilan, berita tentang mereka yang sukses dan menang. Lantas, bagaimana dengan mereka yang tersisih dari hiruk pikuk globalisasi (the un flat world),tersingkir dari gebyar modernisasi, yang gagap pengetahuan dan teknologi ? Krisis multidimensi ini seolah olah merupakan benang kusut yang membuat seluruh sendi-sendi bangsa ini menjadi stagnan, bahkan berantakan an amburadul. Firman Tuhan berkata ,”jikalau bukan tuhan yang membang...