PENJILAT
Dengan mulut manisnya
Dia umbang semua orang
Dia bilang kamu hebat
Kamu tangguh
Kamu tampan
Kamu cantik
Kamu cerdas
Namun benarkah demikian ?
Di depan mereka dia berkata
Darahku telah hijau
Keberanianku telah hitam
Akulah manusia bermerek hijau hitam
Akulah barisan terdepan
Barisan siap mati
Siap tempur
dengan siapapun dimanapun kapanpun
Berkata satu komando satu tujuan
Siap perintah !
Ya siap siap
Namun bernarkah demikian ?
Dia ramah kepada semua orang
Dengan salam perdamaiannya
Dia salurkan sejuta maksud
Di balik senyum meringis manisnya
Tersimpan beribu makna keramat
Namun apakah makna di balik isyarat itu ?
Jika semua itu benar
Jika semua itu nyata
Maka “ waah “
Namun jika hanya sebuah
Omong kosong belaka
Yang tak sempat terucap oleh hati
Ah……… entah lah….. Sudahlah
Dinda ………
Nanti .. Janganlah menjadi kader
Yang seperti anjing
Menjilat , menggonggong,
menggigit tuk terlihat dinda
Buktikan … tunjukanlah saja
Kehebatanmu dinda…..
Toh.. Nanti kau tanam padi
Kau tuai padi juga dinda
Toh… nanti kan kau makan
Nasi dari padi yang kau tanam
Komentar
Posting Komentar