Hegemoni Negara dalam Pendidikan

"Di sinilah kita harus melihat bagaimana sebuah negara otoriter tidak hanya memiliki dominasi atau hegemoni terhadap perpolitikan negaranya, namun juga turut memiliki hegemoni terhadap produksi dan reproduksi pengetahuan, yang kemudian berperan langsung dalam pembentukan pola pikir masyarakatnya.

Dalam membicarakan pengetahuan, kita tidak bisa tidak membicarakan tentang pendidikan. Satu hal yang harus diluruskan ketika kita membicarakan seluk-beluk pengetahuan dan pendidikan (sekolah, guru, kurikulum dll), pengetahuan dan pendidikan tidaklah netral. Pendidikan adalah alat politik. Melalui pendidikan formal, negara tidak hanya berusaha menanamkan keterampilan-keterampilan dasar yang dibutuhkan seperti membaca dan berhitung. Namun juga turut serta menanamkan nilai-nilai moralitas yang dianggap benar, legitimasi berdirinya negara dan pemerintahan tersebut, pandangan sosio-politik akan dunia dan bahkan juga pembentukan identitas kita.

Dengan kata lain, negara tidak hanya bermain di ranah epistemologi semata (segala hal yang berhubungan dengan teori ilmu pengetahuan) namun juga ontologi (hal-hal yang berhubungan dengan keberadaan dan eksistensi diri). Maka bukan pernyataan yang berlebih jika sosiolog pendidikan Michael Young (1971) melihat institusi pendidikan formal, melalui pengetahuan yang direproduksinya, sebagai agen kontrol sosial.

Dikarenakan kekuatan dan kekuasaan yang inheren dalam pengetahuan dalam membentuk pola pikir kita (the politics of knowledge), mengendalikan produksi dan penyebaran pengetahuan adalah hal yang sentral dalam mempertahankan legitimasi rezim tersebut. Maka pengetahuan, melalui sistem pendidikan dan media, menjadi senjata hegemoni yang efektif untuk mengendalikan masyarakat dan mempertahankan kekuasaan rezim."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS FEMINISME SASTRA PADA NOVEL “PEREMPUAN DI TITIK NOL”KARYA NAWAL EL SAADAWI (KAJIAN FEMINISME)

"Durian Kuburan"

POLITIK IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DI MEDAN DAN MULTIKULTURALISME DALAM PENGUATAN RASA NASIONALSME ENDANG FRANSISKA