ANALISIS WACANA KRITIS BERITA MAHASISWA DIKEROYOK SATPAM

Mahasiswa USU dikeroyok satpam di dalam kampus sampai babak belur
Jumat, 20 Oktober 2017 17:03Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Puluhan mahasiswa menduduki kantor Satuan Pengamanan (Satpam) Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (20/10). Mereka memprotes dan menuntut pertanggungjawaban atas penganiayaan yang dilakukan sejumlah satpam terhadap rekan mereka, Nuel Silaban.

Kantor satpam diduduki mahasiswa sejak Kamis (19/10) malam, setelah mereka mengetahui Nuel dianiaya. Mereka mengetahui penganiayaan itu dilakukan sejumlah satpam dan oknum tidak dikenal yang masuk ke kampus FIB USU. 

"Saya datang ke kampus, di depan sudah ramai satpam, saya langsung ke belakang. Saya sempat mencari Nuel. Di situ Nuel sudah dikeroyok," kata Zeco Pardede, Wakil Gubernur Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) FIB USU, Jumat (20/10).
Berdasarkan keterangan Zeco, Nuel dipukul dengan benda keras, seperti kayu, bangku besi, dan gitar. "Dia juga sempat juga diseret seret, bahkan katanya ada pelaku yang bawa kelewang," ungkap Zeco.

Akibat penganiayaan itu, Nuel terluka parah. Dia kemudian dibawa para pelaku. Belakangan mahasiswa mendapat kabar temannya menjalani perawatan di RS Columbia Asia.
Hingga siang tadi para mahasiswa masih menduduki kantor satpam. Pihak kampus belum memberikan keterangan resmi. Termasuk sebab Nuel sampai dianiaya. Sementara Nuel masih mendapat perawatan intensif di RS Columbia Medan.
ANALISIS
Adannya ekslusi yaitu penghilangan aktor didalam suatu berita, aktor tersebut adalah nuel sebagai mahasiswa, penghilangan disini adalah penghilangan dengan cara tidak menyebutkan alasan kenapa nuel mengalami pemukulan, strategi yang digunakan adalah strategi nominalisasi dengan mengubah kata kerja menjadi kata benda.
(Eksklusion ) Objektivasi-abstraksi
Terjadi pengabstrakan “Sejumlah satpam dan oknum tidak dikenal yang masuk ke kampus FIB USU” hal tersebut merupakat suatu strategi wacana untuk menggambarkan satpam sebagai pihak yang buruk ditambah lagi dengan kata “oknum tidak dikenal” sehingga menggiring pembaca untuk mengecam tindakan satpam.
Eksklusion (Diferensasi-indiferensasi )
Pertama, Hadirnya kelompok lain yang diberitakan (inklusi) selain yang diberitakan itu, hadirnya pihak lain tersebut secara tidak langsung ingin menunjukkan bahwa kelompok itu tidak bagus (sappam) dibandingkan dengan kelompok lain.
Kedua, Adanya keterangan saksi yang kami nilai tidak objektif karena mengatakatan keterangan yang tidak kongkrit "Saya datang ke kampus, di depan sudah ramai satpam, saya langsung ke belakang. Saya sempat mencari Nuel. Di situ Nuel sudah dikeroyok," kata Zeco Pardede, Wakil Gubernur Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) FIB USU, Jumat (20/10).” Menjelaskan suatu tindakan brutal yang tiba-tiba terjadi tanpa suatu sebab.
Inklusi
Terjadinya pemarjinalan atau pengucilan terhadap salah satu pihak, disini pelaku kekerasan disebut secara terus-menerus tindakan kebrutalannya tanpa mencari terlebih dahulu sebab kekerasan tersebut.
“setelah mereka mengetahui Nuel dianiaya. Mereka mengetahui penganiayaan itu dilakukan sejumlah satpam dan oknum tidak dikenal yang masuk ke kampus FIB USU.” 
“Mereka memprotes dan menuntut pertanggungjawaban atas penganiayaan yang dilakukan sejumlah satpam terhadap rekan mereka, Nuel Silaban.”
“Berdasarkan keterangan Zeco, Nuel dipukul dengan benda keras, seperti kayu, bangku besi, dan gitar. "Dia juga sempat juga diseret seret, bahkan katanya ada pelaku yang bawa kelewang," ungkap Zeco.”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS FEMINISME SASTRA PADA NOVEL “PEREMPUAN DI TITIK NOL”KARYA NAWAL EL SAADAWI (KAJIAN FEMINISME)

"Durian Kuburan"

POLITIK IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DI MEDAN DAN MULTIKULTURALISME DALAM PENGUATAN RASA NASIONALSME ENDANG FRANSISKA