Teruntuk kawan2 yang katanya “aktivis” sejati
Teruntuk kawan2 yang
katanya “aktivis” sejati
oleh: Maulana Ahmad
Ingatkah kalian untuk kali pertama melangkahkan kaki pergi
Kalian tinggalkan kampung halaman beserta banyak kenangan
Dengan membawa beribu asa dan harapan akan cita mulia
Demi kesejahteraan dan kebanggaan keluarga tercinta
Engkau
langkahkan kaki dengan gagah dan kebanggaan
Tujuannya
untuk mengejar kesuksesan lewat pendidikan
Berjuta
doa disertai kerlingan air mata kedua orangtua kalian panjatkan
Sebagai pengiring pelepasan
putra/i tersayang
Namun apa yang kalian kerjakan diperantauan ?
Kalian hancurkan dan pupuskan berjuta harapan
Kalian korbankan dan sia-siakan keringat kedua orangtua
Kalian perjuangkan hal yang belum saatnya kalian perjuangkan
Dan kalian tinggalkan misi suci ketika kali pertama pergi
Wahai
para aktivis....
Banggakah
kalian dengan aksi dan orasi yang kalian lantunkan
Senangkah
kalian dengan kritik sana dan sini kecacatan pemerintah
Puaskah
hasrat kalian dengan yang katanya telah membela rakyat yang tertindas
Bahagiakah
kalian dengan perpecahan, kerusakan dan kerusuhan yang kalian hasilkan
Katanyanya kalian perjuangkan hak-hak orang yang
terpinggirkan
Katanya kalian para generasi peduli yang siap mati demi
negeri
Katanya kalian para cendikiawan yang sangat sensitif
terhadap penindasan
Katanya kalian kaum terdidik yang lanyak jadi panutan
Tapi
apa ???
Untuk bangun
pagi, menyerap dan memahami materi kuliah dikelas pun engkau tak mampu
Untuk
mengurus diri agar bersih dan rapi pun engkau enggan peduli
Untuk
sekedar menelpon dan tanya kabar orang tua kalianpun tak ada waktu
Untuk
menyelesaikan pendidikan wajibmu pun kau terkayuh kayuh
Kau bilang itu soal gampang?
Kau bilang itu kesalahan birokrasi kampus yang memperlama
Kau bilang para dosen kurang layak mengajar dan sistem yang
bersalahan
Kau bilang pemerintah mulai memperjualbelikan dunia
pendidikan
Kau bilang kau bilang kau bilang, itu lah jawabanmu
Sadarkah
kalian para aktivis..
Jiwa kritismu membuat jalanmu
semakin tersesat dan menyesatkan
Karna kau melihat hanya pada sisi
negatif penuh provokatif
Yang pada akhirnya membuat rakyat
dan pemerintah saling sikut-sikutan
Padahal kalianlah kaum terdidik
yang seharusnya menyatukan
Sudahilah itu semua, Kembalilah ke misi suci
Belajar yang rajin dan kuasai semua ilmu
Lalu bagilah dan buatlah perubahan, setidaknya itu lebih
baik daripada terus menyalahkan.
Sonomartani,
menjelang berbuka
Komentar
Posting Komentar