PENERAPAN STRATEGI KOMUNIKASI PUBLIK DALAM CERAMAH USTADZ ABDUL SOMAD
PENERAPAN STRATEGI KOMUNIKASI PUBLIK DALAM CERAMAH USTADZ ABDUL SOMAD
Maria Oktovia & Endang Fransiska
Sastra Cina / Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Sumatera Utara
Jl. Universitas No. 19 Kampus USU Medan-Sumut 20155
Email : mariaoktovia30@gmail.com
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi komunikasi publik dalam ceramah Ustadz Abdul Somad. Peneliti meneliti sebuah video ceramah ustadz Abdul Somad di Jeddah yang diakses melalui situs Youtube. Penulisan karya ilmiah ini dilatarbelakangi karena ceramah adalah salah satu bentuk komunikasi publik dimana pembicara atau komunikator dalam penelitian ini adalah ceramah ustadz Abdul Somad yang diminati masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun teori dalam strategi komunikasi yang digunakan berdasarkan pendapat Haold D. Lasswell (1972) strategi komunikasi yang baik ialah menjawab pertanyaan sebagai berikut,” Who, Says what, In which channel, To whom, with what effect”. Dari hasil penelitian strategi komunikasi yang digunakan ustadz Abdul Somed dalam ceramahnya, beliau menerapkan teori D. Lassawel dalam ceramahnya seperti mencari tahu kebutuhaan khalayak, kemudian mempersiapkan bahasan ceramah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang mendengarkan dengan menggunakan pemilihan kata (diksi) yang mudah dipahami masyarakat, dan juga gaya berbicaranya yang mengandung “sense of humor” sehingga membuat khalayak tidak merasa bosan mendengar ceramahnya.
Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Ceramah , Ustadz Abdul Somad
ABSTRACT
This study aims to analyze the implementation of public communication strategy in Ustadz Abdul Somad lecture. Researchers examined a video lecture Abdul Somad ustadz in Jeddah accessed through the Youtube site. The writing of this scientific work is motivated because the lecture is one form of public communication where the speaker or communicator in this study is the lecture of Abdul Somad ustadz that the public interest. This study used descriptive qualitative method. The theory in communication strategy used based on the opinion of Haold D. Lasswell (1972) a good communication strategy is to answer the question as follows, "Who, Says what, In which channel, To whom, with what effect". From the research result of communication strategy used by ustadz Abdul Somed in his lecture, he applied D. Lassawel's theory in his lecture like find out kebutuhaan audiences, then prepare the discussion of speech according to the needs of listening community by using the election word (diksi) which is easily understood by the society, and also his speaking style that contains "sense of humor" that makes the audience not feel bored to hear his lecture.
Keywords: Communication Strategy, Lecture, Ustadz Abdul Somad
I.PENDAHULUAN
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak mungkin untuk tidak melakukan interaksi dengan orang lain. Salah satu bentuk interaksi manusia terhadap sesama ialah komunikasi baik itu komunikasi personal ataupun komunikasi publik ( khalayak besar). Komunikasi antar manusia merupakan suatu rangkaian proses yang halus dan sederhana dengan berbagai unsur-sinyal, sandi, arti dapat menggunakan beratus-ratus alat yang berbeda, baik kata maupun isyarat baik berupa percakapan pribadi maupun melalui media massa dengan audience ketika manusia berinteraksi saat itulah mereka berkomunikasi saat orang mengawasi orang lain, mereka melakukan melalui komunikasi” (Blake dan Haroldsen, 2003 : 2-3).
Didalam melakukan komunikasi agar tujuan komunikasi dapat berjalan dengan efektif tentu ada upaya-upaya yang dilakukan seseorang sebagai komunikator dalam menyampaikan pesan sehingga lawan bicara/pendengar/khlayak dapat menangkap pesan tersebut. Upaya-upaya yang dilakukan komunikator inilah yang dimaksudkan dalam kajian strategi komunikasi. Karya tulis ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi komunikasi publik dalam ceramah Ustadz Abdul Somad dalam video ceramah ustadz Abdul Somad di jeddah yang diakses peneliti melalui situs Youtube. Penulisan karya ilmiah ini dilatarbelakangi karena ceramah adalah salah satu bentuk komunikasi publik dimana pembicara atau komunikator dalam penelitian ini adalah ustadz Abdul Somad yang melakukan komunikasi terhadap khalayak. Beliau tekenal karena gaya berceramahnya yang lucu dan mudah dimengerti. Ketika seseorang ingin mneyampaikan pesan kepada khalayak, seorang komunikator dituntut untuk mempersiapkan segala sesuatunya baik persiapan isi pesan yang ingin disampaikan ataupun persiapan mental komunikator ketika berbicara di depan banyak orang agar komunikasi publik dapat berjalan efektif.
Menurut Haold D. Lasswell (1972) mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan sebagai berikut,” Who, Says what, In which channel, To whom, with what effect” (siapa, mengatakan apa,dengan cara seperti apa,kepada siapa dan dengan dampak yang bagaimana). Ceramah yang menjadi salah satu bentuk komunikasi publik seringkali tidak mendapat perhatian dari para pendengarnya. Ceramah seringkali dianggap membosankan karena gaya komunikator dalam berceramah pada umumnya sangat monoton dan terlalu serius. Akan tetapi fakta tersebut berbanding terbalik dengan fenomena yang dikaji dalam penelitian ini. Meningkatnya minat pendengar ceramah di jaman sekarang dapat dilihat dengan banyaknya media yang meliput ceramah dan mengunggah viedo ceramah yang tidak membosankan. Hal ini tentu tidak terlepas dari strategi-strategi yang dibuat ustadz sebagai komunikator untuk mengkomunikasikan pesan ceramahnya dengan menarik dan efektif. Salah satu ustadz yang terkenal dengan ceramahnya yang menarik ialah ustadz Abdul Somad. Alasan peneliti memilih ceramah yang dibawakan ustadz Abdul Somad sebagai objek kajian karena maraknya sekarang masyarakat yang menggunggah video ceramah ustadz Abdul Somad. Ketertarikan masyarakat terhadap ceramah ustadz Abdul Somad tentu karena strategi beliau yang ia terapkan dalam berceramah agar menarik khalayak untuk mau mendengarkan dan memahami pesan yang disampaikan dalam ceramah.
II. KAJIAN TEORITIS
2.1 Landasan Teori
Teori merupakan suatu alat penting dari sebuah penelitian. Tanpa teori hanya ada pengetahuan tenatang serangkaian fakta saja, tetapi tidak akan ada ilmu pengetahuan. Teori adalah landasan dasar keilmuan untuk menganalisis suatu fenomena. Teori merupakan rujukan utama dalam memecahkan masalah penelitian di dalam ilmu pengetahuan (Koentjaraningrat, 2000 :23, ). Dalam penelitian tentang penerapan strategi komunikasi publik dalam ceramah Ustadz Abdul Somad, peneliti menggunakan teori yang akan membantu proses analisis penerapan startegi komunikasi yang dilihat melalui video ceramah ustadz Abdul Somad. Adapun teori yang dipakai ialah teori yang dkemukakan oleh Haold D. Lasswell (1972) mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan sebagai berikut,” Who, Says what, In which channel, To whom, with what effect” (siapa, mengatakan apa,dengan cara seperti apa,kepada siapa dan dengan dampak yang bagaimana). Teori yang beliau kemukakan merupakan teori penetapan strategi komunkasi yang terdiri ; 1) Penetapan Komunikator, 2)Penetapan target dan analisis kebutuhan khalayak, 3) pesan, 4) pemilihan media & saluran komunkasi, 5) pengaruh (efek) yang diharapkan.
III. METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif . yakni teknik analisis yang menggambarkan suatu fenomena atau peristiwa. Teknik analisis deskriptif kualitaif ini tediri dari tiga kompenen khusus, dimana tiga kompenen khususnya yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Aktivitasnya dilakukan dalam bentuk penggambaran fenomena atau suatu peristiwa. (sugiyono , 2013: 224)
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Penetapan Komunikator
Penerapan strategi komunikasi publik yang utama ialah menetapkan seorang komunikator. Dalam penelitian ini ialah ustadz Abdul Somad yang menjadi komunikator. Dari hasil analisis profil ustadz Abdul Somad serta video ceramah beliau, didapatkan hasil sebagai berikut ;
Kredibilitas
Menjadi seorang komunikator dituntut bukan hanya dapat berbicara didepan umum tetapi juga memiliki pengetahun yang baik sehingga komunikasi dapat berjalan dnegan baik. Ustadz Abdul Somad memiliki kredibilitas dalam menyampaikan ceramahnya. Sejak dari bangku sekolah dasar dirinya dididik melalui sekolah yang berbasis pada Tahfiz Alquran. Tamat dari SD Al-Washliyah Medan tahun 1990, ia melanjutkan pendidikannya ke MTS Mu’allimin al-Washliyah Medan. Setelah tamat tahun 1993, ia melanjutkan pendidikan ke Pesantren Darularafah Deliserdang Sumatera Utara selama satu tahun. Lalu tahun 1994, ia pindah ke Riau untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu dan menyelesaikannya di tahun 1996. Tahun 1996–1998 ia kuliah di UIN SUSKA Riau.
Tahun 1998, ia merupakan salah satu dari 100 orang yang menerima beasiswa yang dibuka oleh Pemerintah Mesir untuk orang indonesia belajar di Universitas Al-Azhar mengalahkan 900-an orang lainnya yang mengikuti tes untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Abdul Somad mendapatkan gelar Lc-nya dalam waktu tiga tahun 10 bulan.
Kemudian pada tahun 2004, kerajaan Maroko menyediakan 15 beasiswa bagi pendidikan S2 di Institut Dar Al-Hadis Al-Hassania yang setiap tahunnya hanya menerima 20 orang murid dengan rincian 15 orang Maroko dan lima orang untuk asing. Abdul Somad pun terpilih untuk masuk dalam kuota penerimaan 5 orang asing tersebut melalui jalur beasiswa S2 yang diselesaikannya dalam waktu satu tahun 11 bulan. (dikutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Abdul_Somad).
Pengetahuan beliau dalam bidang agama tidak diragukan lagi,sehingga apabila dilihat dari riwayat pendidikannya beliau cukup kredibel menjadi seorang komunikator.
2) Penentapan Target & Analisis Kebutuhan
Dari ceramah ustadz Abdul Somad yang diteliti melaui video dari situs youtube, beliau melakukan ceramah yang digelar kedutaan yang ada di jeddah. Target khalayak yang mendengarkan ceramahnya ialah masyarakat Indoensia yang tinggal di Jeddah. Di dalam video ceramah ini peneliti melihat keterkaitan isi ceramah dengan kondisi masyarakat Indonesia yang tinggal di Jeddah. Hal ini dilihat dari pesan ceramah Ustadz Abdul Somad yang menyampaikan tentang kebhinekaan, kehidupan beliau ketika menempuh pendidikan di Kairo, dan bahkan beliau sempat menceritakan perkumpulan mahasiswa suku A dan perkumpulan mahasiswa B apabila bertamu ke Asrama mahasiswa suku A/B. Dari isi pesan yang disampaikan peneliti berkesimpulan bahwa ceramah yang dilakukan Ustadz Abdul Somad juga memperhatikan kondisi khalayak pendengarnya.
3) Pesan
Strategi penyampaian pesan ceramah yang di lakukan oleh ustadz Abdul Somad yang diteliti dalam video cenderung mengkaitkanya dengan fenomena yang terjadi di masyarakat sehingga pendengar dapat memahami pesan yang beliau sampaikan. Ketika berceramah beliau tidak hanya menyampaikan tantang ha-hal yang berkaitan dengan agama, beliau juga menyisipkan dan mengkaitkan fenomena sosial dan nasionalisme. Selain itu gaya gaya bahasa yang ia gunakaan bersifat sehari-hari dan terkesan “blak-blakan”.Hasil yang peneliti peroleh dari video cermah ustadz Abdul Somad di jeddah tanggal 3 Januari 2017, yang di akses lewat situs Youtube ialah dalam video ceramah yang dilakuakn ustadz Abdul Somad berlatar di Jeddah dan khalayak yang mendengarkan ialah masyarakat Indonesia yang bermukimdi Jeddah. Di dalam video yang berdurasi satu jam, Ustadz Abdul Somad cukup banyak membahas mengenai “khebinekaan Tunggal Ika”. Beliau mengatakan sekalipun kita semua disini berbeda suku dan latar belakang tetapi kita semua diikat. Beliau juga membahas mengenai sikap masyarakat medan dan masyarakat jawa berbeda dan mempraktikannya dengan sikap mimik wajah dan suara yang mengundnag gelak tawa khalayak. Beliau menjadikan contoh fenomena sikap orang medan yang keras dan orang jawa yang lembut ke dalam “jokes” yang mengundang tawa khalayak akan tetapi makna pesan yang terkandung di dalam “jokes” tersebut masih bisa ditangkap khalayak pendengar. Ceramah Ustad Abdul Somad juga lebih bersifat edukatif persuasif.
4). Pemilihan Media & Saluran Komunikasi
Dalam video ceramah Ustadz Abdul Somad di Jeddah, strategi media komunikasi yang beliau gunakan dalam berceramah ialah dengan media sosial. Banyaknya rekaman video yang diunggah melalui situs Youtube dapat menjangkau khalayak pendenegar lebih banyak. Hal ini dapat dilihat dari viedo Ustadz Abdul Somad di jeddah di situs Youtube diman jumlah “viewers”atau “penonton” mencapai 9.386 kali ditonton.
5). Pengaruh atau Efek
Pengaruh atau efek berkaitan dengan tujuan ceramah itu dilakukan. Menyampaikan isi pesan ceramah yang mampu dipahami khalayak pendengar adalah tujuan utama dari ceramah. Selanjutnya dengan menerapkan startegi komunikasi akan meningkatkan minat masyarakat untuk mendengarkan ceramah. Adapun efek atau pengaruh yang kahlayak pendnegar dalam video itu nampak mereka sangat antusias mendengarkan ceramah. Ceramah berjalan sangat efektif dan komunikatif sebab khalayak dalam video cermah tersebut meresponi ceramah yang disampaikan Ustadz abdul Somad.
IV. PENUTUP
Kesimpulan
Dari analisi video ceramah Ustadz Abdul Somad di Jeddah 3 Januari 2017 dalam situs Youtube, didapati startegi-strategi yang ia lakukan dalam berceramah sehingga ceramah beliau sangat diminati banyak orang. Beliau melakukan 5 startegi dari teori Haold D. Lasswell (1972), yaitu 1) Penetapan Komunikator, 2) Penetapan target dan analisis kebutuhan khalayak, 3) pesan, 4) pemilihan media & saluran komunkasi, 5) pengaruh (efek) yang diharapkan.
Beliau memiliki daya tarik tersendiri dalam menyampaikan ceramahnya. Kredibelitas beliau sebagi seorang ustadz tidak diragukan lagi karena beliau merupakan lulusan ilmu agama dari Kairo dan Maroko yang notabenenya adalah temapt terbaik untuk memperdalam ilmu agama islam. Hal inilah yang membuat masyarakat antusias mendengarkan ceramah tausiyah beliau,bahkan dalam kolom komentar di situs Youtube banyak orang meresponi postif ceramahnya.
Beliau juga sangat memperhatikan kondisi kahalayak pendengarnya dalam berceramah.Isi pesan yang disampaikan dalam video ini berkaitan dengan kehidupan masayrakat Indonesia yang tinggal dinegara orang. Dalam menyampaikan pesan ceramahnya beliau menggunakan startegi komunikasi yang cukup efektif dengan memberi contoh-contoh fenomena sosial sehingga khalayak lebih mudah mengerti pesan ceramah yang disampaikan.”sense of humor” juga adalah startegi yang ia lakukan dalam berceramah agar khalayak merasa tidak bosan.
DAFTAR PUSTAKA
Blake dan Haroldsen, 2003. teori komunikasi. Bandung: Pionir Jaya
Haold D. Lasswell, 1972. Strategi komunikasi. Jakarta: balai pustaka
Koentjaraningrat, 2000. metode-metode penelitian masyarakat. Jakarta: Gramedia
Sugiyono, 2013. metode penelitian. Bandung: Alfabeta
https://id.wikipedia.org/wiki/Abdul_Somad
https://www.youtube.com/watch?v=c5o7Odxtp5I
Komentar
Posting Komentar