Pengalaman Berharga
Kamis, 12 september 2017 adalah hari dimana aku mulai eksplore my isi otak, mengaplikasikan ilmu yang aku timba di jurusan sastra Cina fakultas ilmu budaya usu, yup tepatnya bahasa mandarin. Aku mengajar private 3 murid di royal sumatra, mereka sekolah di SIS. Tau gak hari itu hari yang sangat buat aku jantungan banget, betapa tidak aku tidak pernah ngajar sebelumnya, teori teori cara berhadapan kepada masyarakat luar kampus, yang aku dapatkan dari ceramah ceramah dosen sebelum memulai pelajaran tentang menghadapi dunia luar, sampai teori yang aku dapatkan dari organisasi (kebetulan aku aktif di salah satu organisasi ekternal kampus di bagian kaderisasi, yang ituloh yang narik narik anak-anak baru buat masuk organisasi) semua itu beda banget, mungkin gara gara sifat tukang panik aku yang udah mendarah daging ini kali ya.
Oke skip, langsung aja tiba tepat pada jam kesepakatan kami, yaitu pukul 16:30 mulai mengajar, aku menuju tempat itu bersama temanku Nur Aisyah, kami naik angkot tiba di depan royal sumatra, Aisyah bilang "pinggir pak" karena aku gak tau harus berhenti di mana jadi aku ajak Aisyah untuk sebagai penunjuk jalan kebetulan dia pernah lewat sekilas dan tidak jelas, lupa-lupa ingat gitulah. Selanjutnya kami bertanya kepada pak satpam di Pos satpam, tau gak temen-temen kami nanya apa? Ya pastinya nanya alamat rumah yang bakalan jadi tempat aku cari pengalaman lah. Setelah diberitahukan alamatnya kemudia kami naik becak menuju tempat tersebut.
Sesampainya di sana kami celingak-celinguk bingung mau kemana dan nanya siapa, tapi ternyata dibalik mobil sudah ada orang yang memperhatikan kami, dan langsung bertanya, ada apa ya dek? Kemudian kami jelaskan maksud kami, blabala blablabla...
Kami pun langsung berjumpa kepada pemilik rumah alias calon majikan, hehe, aku memanggilnya ibu lubis, karena suaminya yang punya marga lubis. Ibu itu mempersilahkan kami masuk, masyaallah rumahnya gedek banget, di dalam hati tapi ngomonya. Setelah sedikit tanya jawab dapatlah kesepakatan gaji, jam, dan hari ngajar. Yup langsung saja masuk ke inti, aku langsung ngajar bro.
Yaa ampun betapa terkejutnya aku, adik adik itu ngomongnya pake bahasa inggris dan agak risih kalo ngomong pakek bahasa Indonesia, yup dan terjadilah nervous yang gak karuan, apalagi kami sama sama bingung mau ngapain, mereka menatap aku penuh dengan pertanyaan, penasaran, keanehan, dll. Kikuk banget suasananya. Apalagi ternyata pelajaran mereka yang notabenenya masih esde, susah banget kayak pelajaran aku iya pelajaran anak kuliahan. Gatau harus ngajar apa dan bagaimana, akhirnya aku pakek jurus ampuh ngomong ngomong pakek bahasa Cina andalanku, untungnya adk adk itu gak bisa bahasa mandarin, jadi mereka makin tambah aneh lihat aku. Kwkwkwkw. Dan begitulah sampai 3-4 kali pertemuan, bedanya aku lebih pede karena aku udah potocopy buku mereka di hari jumatnya aku pinjam dan aku ajak Nanda (temen yang baru dekat, kalo menurut aku dia suka sama aku, tapi baru beberapa hari dekat udah kabur memutuskan untuk menjauh dari aku, gak sanggup kali yaa sama sifat aku ini ).
Musim liburan pun tiba, libur Natal dan tahun baru. So pastinya musim bagi rapot kalo bahasa kami ini yang anak sekolah negri. Kalo mereka yang anak swasta beda sebutannya ntah apa, tapi itu juga lah, tentang pengumuman hasil belajar, jantungan pun tak terelakan, pikiran berkecamuk gimana kalo nilai adik-adik itu jeblok gara gara aku, especially nilai mandarinnya, hadeuh god, yaudahlah mau gimana lagi tetep lewat jugaknya. Dan apapun hasilnya aku juga udah siap siap buat di pecat kok.
Masa liburan telah usai, dan satu minggu adik adik sudah masuk sekolah, kok aku gak ada dikabarin buat masuk ngajar ya, apa mungkin udah di pecat??? Pertanyaan itulah berulang ulang di kepala, menjalar kemulut, tersampaikan ke mamak bapak, ke teman teman kalo aku mengira dipecat. Dan akhirnya berita hoax pun tercuat. Yap hoax karena belum usai satu minggu aku dikabarin ibu lubis "miss senin udah bisa mulai ngajar ya".
Hari pertama di tahun 2018 aku masuk mengajar, banyak yang berbeda dari adik adik itu, mereka lebih sopan, lebih rajin belajar pokoknya makin tambah baiklah, akupun merasa makin disayang dan telah diterima sebagi laoshi mereka, hehe harapanya mereka dapat nilai A plus especially mandarinnya. Dan aku pun dapat bonus dari itu semua hehe. Oh iya btw aku kok jadi agak rindu sama their uncle, yang pada tahun 2017 sering antarin aku pulang itu, kayangnya gak bakal pernah lihat abang itu lagi deh, karena ibu ini udah punya supir, huhuhu...
Udah dulu deh, aku mau mandi... Bye bye

halo ms
BalasHapushalo
BalasHapus